Jumat, 18 November 2011

Cerita berikutnya

Dalam nuasa malam. Sedang di warnet bersama beberapa anak yang mungkin tidak peduli PR apalagi omelan emak.
Tidak tahu kenapa, semalam saya niatan sekali buat menulis. Tapi endah bagaimana. Kata kata yang saya rangkum selamam berceceran entah kemana.

Setidaknya, seadanya malam ini saya akan bercerita. Baiklah.
Tentang si Geby gadis lugu yang duduk di kelas 4.
Teman temannya tahu, saya tahu, semua guru tahu, bahkan jika menteri pendidikan berkunjung akan segera tahu, bahwa untuk Gaby seorang perlu perlakuan khusus.
Saya paham, orang tuanya, menginginkannya sama dengan teman sebayanya yang lain. Ya semua orang tua pasti demikian.
Oleh karena itu jika sesekali Gaby bertingkah, saya benar tak sanggup marah. Dan jika saat saat saya sedang sangat marah, dsan tidak sedang ingin berbasa basi, saya hanya sanggup menberi izin Gaby seorang untuk izin ke luar.

Hari itu setelah ulangan, dan sebiasanya juga, si Gaby Remedi, dia tetap ceria dan bersemangat beremedi.
Nah, kali ini, saya dengan teramat hati hati bertanya padanya,

Me: " Gaby orang mana? "
dengan harapan Gaby menyebut salah satu suku di Negara Republik Ini. Dan berhubung dalam komunitas kelasnya banyak amat suku suku.
Tapi si Gaby...
Gaby: " Orang kayaa miss... " 

Baik saya tidak sanggup berkata.. Kaya apa Gaby.. Kaya monyet, kaya hantu atau kaya macam apa...
Saya hanya kekeh.

Eh malam ini sekian dulu ya. :)

Selasa, 15 November 2011

:))

Setelah saya cukup lama di sini. Kisaran, saya terpilih oleh beberapa anak menjadi guru privatenya.
Saya punya 2 sekarang.
Yang pertama yunita kelas 5 SD jamnya setiap sore pukul 5. Sudah sebulan bersama.
Dia anak negeri, anaknya menyenangkan dan pemalu.
Yang satunya lagi siswa saya sendiri di sekolah kelas satu, namanya pertiwi, cines, cantik dan bersahaja. :)
Baru masuk hari ini, saya buat jadwalnya pukul 3, jadi otomatis, dia akan berjumpa dengan siswa miss Nova di pukul yang sama.
Seperti hari ini, setibanya pertiwi di depan pintu, Felix si anak lajang umur 10 tahun, menatap bahagia ke arah pintu sambil bernyanyi. pandangan pertama awal kita berjumpa......

hahahaha.. saya minta ampun saja. Sungguh, takut pertiwi jadi gak mau masuk less lagi, saya bujuk bujuk aja anaknya. Dasar anak sekarang

catatan sekolah lagi

Masih di nopember. Dan hari hari masih saja ada. Hei. Ada cerita yang mesti saya catat sebelum tersimpan.Tentu masih tentang anak anak.
Minggu ini. Di sekolah mereka ada ulangan harian ke II. Seperti biasa, saya selalu memberi wejangan yang sangat membosankan. Saya sangat sadar saya punya bakat jadi guru yang suka bertele tele. :)
Setidaknya saya mengingatkan kembali untuk tidak lupa bawa pensil, buku ulangan dan tentunya belajar.
Panjang kali lebar lah saya berceramah, dengan harapan yang sama dengan kebanyakan guru di negeri ini, agar anak anaknya berakhlak dan berbudi pekerti.
Di kelas kecil semisal kelas 2, ancamannya, tidak lain dan tidak bukan adalah segera tereliminasi membawa koper, eh tasnya dan segera pindah ke kelas satu. Nah, hukuman ini sangat ampuh sehingga beberapa kali tes satu kelas sukses tidak ada yang remedi. :) saya bangga jadi guru tukang ngancam. :)

Lalu hari ini, saya lega lagi mendapati hanya anak yang benar benar payah yang tetap payah. Kebetulan ada satu anak yang nilainya merosot tapi tidak membuatnya remedial.
Saya panggil saja dia ke depan. Dengan suara khas guru Batak dengan lantang saya panggil.
Saya : " Justin... Ke depan.. !!" (mata udah melotot ini)
Justin: " (maju dengan senyum menyambut masa depan indah..).."
Saya: " Kenapa senyum.. Kamu remedi.. Berdiri..."
Justin: (sepertinya dia pucat dan diam beribu bahasa)
Saya: *(masih sibuk membagi buku buku ulangan sambil memberi kata kata penghiburan)- sambil menatap justin. Tibalah saya berucap. " Kenpa? mau nangis?"
Justin:" Ngak miss.." *lalu tiba tiba nangis ala anak anak. 


Sumpah ini lucu sekali saya sukses membuatnya gugup. Maaf jika ini termasuk kekerasan. Tapi saya pikir tidak. Hahaha. Selain jahil justin adalah anak yang paling susah di bilangin. Jadi semoga setelah peristiwa ini dia berubah. Amin ya Allah.. :)


Kamis, 10 November 2011

Catatan sekolah :)

Selamat hari pahlawan saudara.
Apapun bentuk bangsa kita saat ini, dulu sekali pernah di pejuangkan, dan saya rasa cukup menjadi modal bersyukur yang banyak banyak.


Hari ini saya masih bercerita tentang sekolah dan anak anak.
Dan topik anak kelas dua jatuh pada, Satuan Berat. Dengan satuan baku ya kg ( Kilogram), g (gram).
Pertama tama saya harus memastikan anak terbiasa dengan kata kata itu, dan jika di suruh mengerjakan soal harus lah bisa menyingkat kata Kilogram menjadi Kg. Dst.


Tibalah hari itu, dimana PR di kumpul. dan apa yang saya saksikan adalah, dimana seorang anak membuatnya menjadi begini.


5 ons = 500 geram
yang menjadi bahan tertawa saya adalah. Gram berubah menjadi Geram.

Saya benar benar geram melihatnya.

:) Selamat bernopember ria. :))

Rabu, 09 November 2011

Catatan sekolah berikutnya.

Ada apa dengan kabar hari hari saya. :) Saya juga perlu kalimat tanya untuk pernyataan tersebut.
Sebulan tak berkunjung ke rumah ini, menambah daftar rindu yang semakin lama semakin meraja.
Kali ini cerita saya tentang beberapa anak, ah... banyak anak yang menggeramkan. :)

Mari kita bersama sama belajar ekosistem, ekosistem adalah.... : ya ampun, saya masih mengira saya sedang mengajar. :)

Baiklah, setelah ekostem, saya akan segera menjelaskan kaitainnya dengan Simbiosis, ah, inipelajaran berulang dari SD sampai SMA.

Setelah menerangkan ada 3 macam simbiosis tersebut dan memberi beberapa contoh, waktunya lah saya, memberi kesempatan, kepada penerus bangsa ini untuk memberi salah satu contoh.
dan tanpa di duga...


Batahi : " saya miss.."
Saya   : " apa contohnya batahi? "
Batahi : " Simbiosis parasitisme.. contohnya, manusia dengan drakula miss... "
Saya : " .... hening... dan cukup lama... "


Beberapa hari kejiwaan saya terganngu akibat contoh si anak tersebut.
Saya jadi banyak merenung.


:) Sekian hari ini yaaa... :D

Rabu, 28 September 2011

Mereka.

Tentu, saya tidak melulu merasa nyaman dengan semua pilihan dengan semua yang sudah tersedia.
Tentu, saya tidak melulu juga menyenangkan hati banyak orang dalam semua tuntutan dan keharusan.

Merasa mahluk paling menakutkan juga saya pernah menghadapi orang orang, yang kita sering sebut anak anak.
Kenapa tidak bisa dimengerti dan mengerti cara mengatasinya juga masih menjadi cobaan tersendiri bagi saya.
Merasa di taman apa.. Juga pernah merasa.
Karena, saya marasa ngomong sendiri. Lucukan.

Hari ini.
Saya lupa membawa buku catatan yang sudah sengaja saya tulis tadi pagi.
Ketimbang tidak jadi menulis sama sekali.

Jadi lah begini.

:D

Sabtu, 17 September 2011

Catatan sekolah 5

Sekolah hari ini di penuhi coklat pramuka.
Iya, di sebut sabtu disiplin.
Biasanya setiap sabtu saja.


Memasuki kelas dan mengajarkannya.
Ya masih begitu, senyum senyum, sampai geram geram. :)


Hari ini, saya dan rekan kerja saya mengunjungi rumah orang tua siswa.
Dikarenakan si anak mengalami kecelakaan jumat siang di sekolah.
Entah di pukul sama temannya, entah terjatuh, yang pasti anak itu memang sedang tidak baik. Lukanya di kepala.

Saya salut dengan orang tuanya, yang tidak sepenuhnya menyalahkan pihak sekolah.
Karena banyak siswa, dan aktifnya juga luar biasa, kami juga kerap mengalami kesulitan.
Termasuk anak yang satu ini.
Karena untuknya, bukan cuma sekali terjadi hal serupa, sudah berlang ulang, dan lukanya, di tempat yang sama.
Kepala.

Pelajaran yang cukup banyak kan hari ke hari. :D

Kamis, 15 September 2011

catatan Sekolah 4

Menjadi pengajar muda dan berdedikasi tinggi itu terdengar megah.
Saya bermimpi mampu mewujudkannya. Tidak muluk muluk. Dan mesti mengalir sendiri.

Bukan cuma saya seorang yang tidak suka di bidang pendidikan,yang notanya sudah berkecimpung di bidang ini, menyadari tanggung jawab dan besar, juga karena melibatkan personal.
Itu menambah beban mental dan juga psikis yang saya derita.
Lagi di tambah basic keluarga yang kebanyakan berada di dunia ini.
Jadi saya sangat berharap jika saya pada saat sekarang tidak seperti sekarang.
Mengertikan maksudnya. :)


Baiklah. Hari ini, sekolah cukup aman.
Bisa terkendali, bisa teratasi.

Bukankah Segalanya perlu penikmatan. :)

Catatan Sekola 3

Hal yang paling menakutkan saat kita dipercaya untuk membimbing anak adalah kegagalan.
Kesulitan yang paling terasa tentu mengajar kelas dasar yang paling kecil.

Taddaaa... iya, kelas satu.

Bagaimana saya tidak pusing, dikelas yang saya masuki, masih ada siswa yang belum mengenal angka, sudah 3 bulan sekolah.

Saya sebut saja namanya. "anjas"

Anak yang sudah dengan segala cara saya ajarkan. sampai akhirnya memukulpun sudah.

Tetap tidak membuahkan apa-apa.

Saya tidak berkata anak itu bodoh atau tidak mampu.

Bukti dalam olah raga dia megang dan juara.

Hanya saja. batas sabar dan emosi ingin segera itu sangat terbatas.

Seminggu ini saya menghadiahi dia dengan mainan agar di tempel dikamarnya.
Dan tentu, saya juga minta tolong kepada orang tuanya, agar selalu membantu di rumah.

Baik itu cerita Anjas 7 tahun dan sama sekali tidak pernah TK.

Kelas satu yang saya masuki juga adalah kelas luar biasa kacau.

Tapi tetap.

Tawa anak anak, lugu anak anak adalah kunci pengetahuan.
Hari ini yang paling lucu adalah.
ketika dalam kelas, ada sekelompok anak yang sulit sekali di tertibkan, jalan jalan dikelas, makan makan dikelas, dan tentu ribut yang sangat tidak terkontrol.
Lagi lagi saya memberi pelajaran.

Di sekolah kami, dengan fasilitas CCTV sangat membuat guru tidak nyaman dalam hal marah marah.
Saya memaklumi itu, sampai akhirnya, akal pun tertuju hanya pada ancam mengacam.

Mereka, dengan usia relatif 6 tahun tersebut tidak mudah untuk di taklukkan.

Tadi saat perbincangan dengan lelaki, dia berkata, "hukuman itu sama halnya anti virus, harus di Up date"
Ya benar, pertama mereka takut ke depan karena saya hanya menyuruh angkat kaki dan pegang kuping.
Lama lama mereka tidak takut lagi, mengira itu hanya permainan saja, malah, saat saya memanggil kedepan, dikemudian hari, mereka dengan otomatis mengangangkat kakinya.
Saya hampir pingsan kala itu.


Banyak sudah hukuman yang saya beri, berganti ganti, sampai tadi yang paling akhir.

Saya mengambil telepon genggam saya kemudian beretiak, akan segera menghubungi polisi, karena mereka sudah sangat ribut.

Reaksi yang saya dapat cukup luar biasa.

Mereka yang saya suruh ke depan tersebut. Menangis bersama sama berkata jangaaan..


Saya tidak percaya dengan hal yang barusan saya lakukan, sampai saya kabur ke kantor untuk tertawa.

Anak anak takut POLISI.
Begitulah kesimpulannya.

Seberapa banyak umur saya yang bertambah..

Ada yang tahu..
:D

Catatan sekolah 2

hari ini waktunya anak kelas IV praktek IPA. Dalam materi Pokok Tumbuhan.
Saya menyuruh beberapa orang saja untuk membawa tanaman, berupa bunga untuk praktek dalam kelas.
Kelas yang saya masuki ini adalah kelas yang sangat berbahaya.
Kenapa berbahaya?

Begini..
Setiap guru yang masuk kelas ini akan mengalami sedikit ganguan, baik mental maupun rohani.
Ini tidak berlebihan. :) Entah anak kurang usia, atau kelebihan usia, tapi sungguh, kelas ini, menjadi list tarik nafas paling panjang jika di masuki.

Pertama saya masuk kelas ini jujur saya kehilangan suara. Berkali kali di bantu kepala sekolah untuk mengelola kelas tersebut.
Sampai akhirnya, saya berusaha untuk tidak keras dan tidak marah marah.
Ya senjata paling ampuh saya hanya tidak mengizinkan mereka bermain saat istrahat, dan jika les paling akhir tidak membiarkan mereka pulang.

Oke. Sampai dimana tadi.
Kenakalan.
ah sudah skip saja bagian yang ini. Lain kali saja baru cerita.

Kembali pada praktek.
Mereka sungguh berniat untuk belajar tumbuhan tersebut. Walau masih ada beberapa orang yang harus saya suruh menghapal, demi kelancaran proses belajar mengajar.

Prakteknya. Sederhana saja. Mengetahui jenis daun, batang dan akar.
Dan ini cukup menyenanngkan.

Mereka bisa dengan tidak harus menghapal untuk memahaminya.

Kendati demikian, yang saya permasalahkan adalah.

saya akhirnya percaya hubungan antara perempuan dan bunga adalah erat.

Mau tahu apa.

:)

Saya masih menyelidikinya lebih lanjut.
Rahasia saja dulu.

Agar bersambung. :D

Catatan sekolah 1

14 September 2011

Adalah hari pembagi raport siswa. Raport bulanan.
Sebelum memasuki lokal. Saya bertemu dengan siswa bersama orang tuanya.
Bertegur sapa dan alih alih bercerita tentang anaknya.

Orang Tua : " Kalau Rut sudah masuk 10 besar aja miss, udah senang satu rumah.."

Begitulah orang tua siswa ini berujar.

Les terakhir saya mendapati anak yang bernama Rut tersebut sambil berkata.

" Selamat ya rut rangking 9, mami udah senang tuh pastinya"

Rut: " Rut rangking 9 miss bukan 10, mami bilangkan rangking 10" -_-

Anak 8 tahun,yang mampu membuat saya ngakak seharian.


Di lain kelas, anak anak yang sudah berumur 11 tahun, sudah mulai menyukai lawan jenisnya.

Tiba tiba saya marah karena yang laki laki sibuk menggodai temannya yang perempuan.
"Hei kalian berdua, (kebetulan berdua ini yang paling ribut) Kenapa sibuk ngangguin Cindy aja"
Salah satuh dari mereka nyeletuk berujar. "siapa suruh Cindynya cantik miss"
Apa coba kata kata yang sanggup saya ucap. Belum lagi temannya yang satu lagi berkata.
" Kami berbagi hati sama cindy miss"
Jadi ceritanya mereka sedang memahami konsep cinta segitiga.
Hahahaha..

Sekian dulu hari ini.

Saya permisi tertawa dulu. :)

Senin, 18 Juli 2011

Perayaan I

Hari ini badan benar benar rontok tok.
Sehari berasa lama (ya kalimat mutlak dalam kamus manusia gamang semacam saya).
Jelas aktifitas sekarang ini berbanding terbalik dengan tubuh saya yang belum terbiasa.
Semoga ini bukan perjalan ambiguitas yang mengatasnamakan kebaikan yang akan menjerumuskan saya juga kedalam  wadah berjudul serakah.
Entahlah.. Catatan ini panta berjudul atau tidak.
Tapi yang pasti, jika hatimu memanggil untuk berbakti turutilah.
Selamat menempuh perjalan baru untukku.

Perayaan sederhana dalam perjalanan yang rumit.
Terimakasih semesta.
:)

Sabtu, 16 Juli 2011

Kisaran

Here im ...

Sekarang saya menjadi salah seorang penduduk non tetap disini.
Kalimat diatas barusan butuh penjelasan lain kali.
Saya hendak berkisah tentang kotanya saja.

Kisaran semacam kota berkembang, yang sangat sangat ramah.
Kenapa tidak, sejauh saya melihat kota kota kebanyakan di sumatra Utara pada khususnya, kota inilah yang paling ramah.
Karakter kotanya kuat sekali.

Dalam sehari hari, saya selalu membutuhkan jasa transportasi becak sepulang kerja, tak usah repot repot tawar menawar masalah ongkos, mereka selalu senyum jika tidak setuju, dan tentu tidak seperti pengalaman saya sewaktu di Siantar. Ups... :)
Belum lagi becaknya, ada yang full musik berasa dimana gitu. :)

Ingatnya Siantar juga, Angkutan Mini nya tidak pernah kalah dalam hal penyuguhan musik musik pada penumpang.
Sampai pernah suatu waktu, saya mendapati angkot menggunakan laptop menjadi media sipembuat senang hati pemumpang.
Saya benar benar tabjuk..:)
Tapi sayang kota ini minus keramahan. :(

Belum lagi masalah makan, saya pikir penilaian saya akan berakhir di Siantar, karena selama ini, tepatnya, 6 bulan sebelum saya hijrah dari kota itu, saya menyadari Siantar pantes jadi surganya kulinar, apalagi non halal. :)
Tapi sayang seribu sayang, saya mesti berpikir lagi untuk mendedikasikan sebutan tersebut.
Saya, juga dimanja makanan disini, belum lagi seperti yang saya sebut sebelumnya, RAMAH nya itu loh, bikin tambah enak. SERIUS.
Saya hanya nggak sabar mengajak orang orang terdekat saya untuk cepat cepat mengunjungi saya.:)

Saya kangen pelukan disini dengan mereka. Seperti sudah pernah tinggal disini sebelumnya.
Karena tadi pagi waktu saya di sekolah berasa dejavu gitu.
Kesan ini bukan berarti saya ingin sekali menetap disini. :)

Dulu juga saya pernah mencantumkan nama kota yang terkenal dengan Sungai Asahannya ini menjadi tujuan backpager saya, tentu ingin mencoba sarana arung jeramnya kelak.
Harapan saya, semoga ini kota cocok dengan jiwa saya.
:)
Dan mudah mudah bisa jago bahasa mandarin.
Xie Xie. :)

Semoga nanti, cerita saya tentang kota ini bekesan sampai ke tulang. :)

Kamis, 07 April 2011

YeeY.

Oke, akhirnya sudah bulan ke 4 di tahun ini. Hebat ya, nggak kerasa aja begitu. Masih nganggur, dan masih sibuk menghayal.
Mmm, secara personal, saya udah jatuhin lamaran pekerjaan di sekolah sekolah dimana menurut ijasah saya, saya memang lebih pantas disana karena berbuntut. Pendidikan.
 Tapi entah, dari sejauh saya memegang kelas, di waktu praktek dan mengajar les, saya benar nggak tertarik membagi ilmu.
Mungkin cara mengajar itu sudah perlu di ubah, karena kebanyakan posisi pendidik sekarang, hanya memaksa untuk mendapat nilai yang bagus, agar tidak mengecewakan orang tuanya.
Sementara, bagi saya, pendidikan itu bukan sebatas nilai atau pintar secara teori.
Mungkin begitulah proses perubahan tingkah laku dan pola hidup yang selalu beradatasi dengan kemajuan yang jujur bagiku sangat memburuk.

Wah, ini jadi bercerita panjang sepertinya.
Beginilah jika pengangguran diberi kesempatan membela diri atas semua waktu waktu yang tidak dipergunakan untuk fungsinya.

Tapi tetap saya akan mengajar bukan dengan cara yang pemerintah mau. Saya hanya akan mengajar dengan hati, mudah mudahan kesampaian. Amin.
Balik ke Kopi.
Sejujurnya, saya masih mengharap banyak tentang usaha kecintaan saya pada tanaman ini.
Dan lagi, walaupun kemaren banyak kemungkin yang tertutup untuk tidak bisa lagi, selalu ada beberapa panah yang tertuju untuk membangun semangat.

Ya, mungkin saya harus ikut program ini Trip Writing . Kalau semesta mengijinkan, dan juga kalau semua pihak yang disekitar saya mendukung.
Karena bagi saya ini semacam perjalanan spritual.:)
Maaf sedikit gaya.

Tapi iya, saya kepengen.
Jadi catatan ini, hanya semacam pemberi tanda, jika nanti terwujud, saya bukan hanya pemimpi.
Ya sebegitu saja. :)
SALAM.

Jumat, 18 Maret 2011

Saya tiba tiba ingin berkisah tentang SG Purba. Sanggul Purba. Bapak saya.
Saya bukan anak yang sopan ya menamainya di akun ini, mudah2 an dia tidak baca.
Seperti singkatan namanya, bapak dulu terkenal dengan ebuta Seorang Guru Pelawak.
Dia humoris, pembersih, dan baik.
Sepertinya borunya ini sangat merindukanya.
Saya, baru saja menelepon mamak karena saya sedang sakit.
Bapak, hanya memberi perantaraan mamak untuk menyampaikan pesannya.
Sebegitu janggal kah mangaju borunya yang jogal ini sampai dia tak berbicara sekatapun terdengarku.
Bapak adalah pacar, dan sahabat pertamaku dulu.
Sampai umurku 11 masih sering digendong dan diajak berjalan jalan berdua.
Mengerjakan PR ku diam diam biar tidak ketauan mamak karena dia takut aku capek berfikir.

Bapak, dari dulu tak pernah menuntutku apa apa kecuali sekolah benar sesuai petunjuknya, bahkan jadi juarapun tak pernah dipaksanya, katanya setiap orang punya peringkat masing2 bukan karena bodoh. Dan aku bangga setiap apa yang kuminta.
SMP, sekarang baru menyesal kenapa sudah mengenal usia.
Bapak tak lagi terlalu memanjakanku, dia menganggap gadisnya sudah dewasa, tak harus bergantung padanya.
Berapa kali aku menunjukan sikapku yang manja disekolah, dengan tegas dia mengajariku. Boru.
SMA, saya sudah gak tinggal bersama mereka.
Tiap sabtu pasti menelepon ke asrama, pesannya cuma satu. "hati hati menyeberang".
Iya, beliau bapakku yang berpesan cuma itu.
Kalau dia tiba2 datang ke Balige, dia bawa banyak buah2 an, dan sayur.
Sampai aku kuliah juga, diam diam datang menjumpaiku penuh kejutan. *tak jarang kamarku menjadi bahan sindirannya. :')
Aku ingat momen yang paling2 bahagia itu ketika aku wisuda, aku di siu dipeluk dan dicium.
Iya. Aku masih gadisnya yg dulu sering melawannya itu.
Diam diam aku melihatnya menangis. :'(
Aku baru sadar bagaimana kelak jika aku jadi kepunyaan orang, masihkah bapak sanggup mangelek manganju.
Bapakku tampan, sangat tampan, lahirnya di angka 10 dibulan 10. Masihol hian au tu ho bapa.
Masihol tiap pagi sebelum sekolah dipaksa minum obat.
Masih mangurupi au mangarek piring.
Masihol mamuruki au molo marbadai au tu anggi ku.

na juk do pe roham dang di antoi ho au.. :'(

Kamis, 17 Maret 2011

surat buat beebuih

dear temanku tersayang Lili Sumanti.. trimakasih telah membuatku tidak kuliah sore ini. Enngkau sungguh teman yang hebat. Menyumbatiku dengan unek2 yang nggak penting sekali.
menjijikan.
Tapi trimakasi juga telah mengenal kanku kepada lelaki idaman itu.hahahahaha... (idaman ku ya??)

engkau memang teman yang hebat..
akh..
aku benar2 tak jadi kuliah teman.
mari tepuk tangan.
plok..plok..

trimakasih lagi.. duh banyaknya, yang ini buat kopiii se pocii..
hahahaha..
aku sangat tergantung padamu teman.
kalau menikah jangan jauh2 dariku.
bisa mati aku nanti.

apalagi ya..
bukuku 5 lagi samamu.,
jangan didiamin.
dipulangin nak??

nanti kuhadiahkan kacamata hitam..
(mudah2 an ada hubungannya) biar keren..
dan supermi, semangkok..
akh... nikmat sekali teman.. Si Loli Risna Napitupulu aja suka.


KUMOHON BESOK JANGAN DATANG LAGI.
AKU MAU KULIAH DULU TEMAN.
bukannnya dirimu sangat menginginkanku jadi sarjana muda dan imun.
TOLONG JANGAN DATANG. ini bukan masalh tak suka.
tapi masa depan.

aduh..
masalah poto dengan abgku Hendra Darmawan Poerba, tolong bantu aku juga. :(:(
ntah kayak manapun si abg awak tu. sudah lupa dengan janji. hikz..

oia... tadi bg Tomy Saragih Sitanggang sms, dia nanya pasal 378, lili tau?? tadi saya lupa nanyain waktu kau disini?? mungkin bg tomi lupa kalau aku bukan jurusan hukum, tapi sains.. hehehe.. sama kayak dia.
nah yang terakhir...

belajarlah hidup.
jangan abu2 ya teman.
:)))


30 september 2009

Rabu, 16 Maret 2011

new project

hai bulan tiga. Selamat datang kembali, dipengulangan bulan di tahun yang baru. :)
kali ini masih diruang waktu yang sangat membosankan.
Saya, sebagai pemimpi, sedang malas malasnya menghidangkan mimpi.
Tidak bersemangat, dan tidak termotivasi.
Sebenarnya, ini udah kelewatan. Saya 3 bulan terakhir tidak melakukan apa apa.
Malas faktor utama, dan masih ada faktor pendukung yang eksternal yang menambahi penatnya suasana ini.
Tadinya ingin ikut disalah satu proyeknya nulisbuku.com menulis cerita tentang jodoh.
Tapi entah karena apa. Sulit rasanya mengeluarkan ide yang tiba tiba padam begitu saja, dihujani malas. Padam.
Kali ini, saya hanya bisa menikmati draf draf sahabat, tentang mimpi yang sempat tertidur lama.
Saya berperan sebagai komentator merangkap maneger. :D
Dan seperti harapan lelaki dari dulu dulu, kelak saya, kami, harus ikut ambil peran dalam menulis buku.
Tidak ada hubungannya dengan kopi memang.
Tapi, jangan salah, ini semua akan tertuju kesana.
:)

(catatan ini ada setelah perbincanangan dengan lelaki).
Tentu aku merindukannya. :)

Sabtu, 26 Februari 2011

Boring day

there is no idea anymore. :D
Just want to say hallo, no more.
Februari is geting over, really i do nothing for this mount.
And im still silly with my day in here.
no reading for book, dont go to anywhere.
Just stay in home, and sometimes i went to college.
I still have business there. 


See you in best day. :) ya best day, with lucky and interting story. :)

Senin, 21 Februari 2011

stuck

Selain kata gila, saya seperti tak punya pembendaharaan kata lainnya.
Saya, masih belum bisa apa apa.
Semacam tak memiliki semangat.
Dan seperti tidak akan mungkin lagi terjadi.
Berada lama dalam mimpi itu memang nggak nyaman, karena wujudnya itu perlu ada, setidaknya menambah kesadaran, bahwa semuanya layak nyata.
Tidak tahu untuk saat ini sampai kapan menunggu.
Sebenarnya, pekerjaan menunggu bukanlah hal yang baru, tapi rasanya saat ini ya jelas beda.
Antara kesukaan, tujuan, dan tentu harapan.
Ah, catatan ini hanya sejenis penghantar tidur disaat galau. :)
Mari menikmati, Thats all i can say. :)

Rabu, 09 Februari 2011

Apa kabar

Saya bisa gila karena kehabisan ide. Mana bisa terjadi seharusnya. Hampir seminggu lagi blog ini terabaikan. Saya ngak bisa beri apa apa di dalamnya.
Merasa bersalah pasti. :( Ini udah tugasku, menjaga sekaligus mengisi, seharusnya, setitik katapun saya harus sanggup mengetiknya.

Saya juga belum dapat kontribusi apa apa tentang "proyek" ini.
Masih doa yang banyak banyak yang saya bisa.

Hari ini saya diberi poto dari cianism twitter.

Setidaknya membangunkan mimpi lagi.

kamu pasti segera lahir. Percaya ya. :)

Selasa, 25 Januari 2011

:)

Akhir akhir ini sering Random suka baca baca blog. Mulai dari Personal Blog, Fasion blog, Food blog, Fiksi sampe Religius. 
Mikir manusia memang selalu unik yah dengan cara masing masing.
Seperti pagi ini saya dibangunin dari seberang sana, dan buru buru menyuruh online. Saya terbiasa membuka yang minimalis dulu semisal twitter . Mencoba mendapat apa kabar yang ter update dari sana tanpa nonton.
Sebenarnya saya saat ini juga sedang menunggu seseorang untuk melihat apa yang dia bisa dengan tulisannya di blog barunya. Nggak sabar ingin tahu, karena jujur kalau bukan karena dia, saya malas nulis nulis.
 hehehe
Sampai blog ini ada juga, mencoba bisa berbagi cerita cerita sederhana, yang mungkin nggak penting tapi kelak bermanfaat.

Makin ngawur aja ya..
Setidaknya saya bisa post ini dalam hari ini.
selamat pagi, semoga bahagia...

Senin, 24 Januari 2011

bersuka suka dengan lili.

Mungkin ini cerita bertahun tahun lalu, sebelum ada bikhu muda yang meramalkan kita sebagai sahabat sebelum kehidupan yang sekarang.




Saat kita tergila gila dengan punggung, pengagum setia bagi mereka lelaki beruntung. Tak ingin diam kita sibuk belajar membuat kopi paling nikmat. Sambil membicarakan mereka dengan kata kata aneh. :)

Ingat tentang proyek punggung ini. Ah, tak kusuruh kau mengaku, tapi sampai sekarang aku masih menunggu kelahirannya. Jangan sia siakan aku menjadi poto model saat itu. Yaaa..




Dan aku berubah menjadi sangat karismatik jaman itu. :) Bahkan, sangat peka.


Lalu satu masa kita memutuskan untuk berlibur. :)



Ini kopi ekperimen yang dicampur es krim rasanya aneh, baru kali ini kopi membuatku nggak ngantuk serius. :)

ada satu mahluk aneh yang ingin tahu rasanya kopimu, tak lain tak bulan loli.. :) jadilah 3 cangkir kopi. Esspreso. :)


Kita banyak perubahan dikemudian, apalagi dirimu, karena memberi suatu catatan penting dalam persahabatan. Apalagi saat kau memutuskan untuk ini.


wah ternyata saat itu dirimu masih terlihat kurus yah. :) senang jadi bagianmu. :)
mengabadikan moment pertama ini, saat lebaran kedua semenjak pertemanan kita.

ah.. susah sekali jaringan malam ini,  terpaksa untuk poto berikutnya besok saja...

benar benar perjalanan. :)


Minggu, 23 Januari 2011

senin pagi..

Selamat pagi senin.....
Cerah sekali cuacamu hari ini.
Ooo saya harus membuat laporan dimana saya beberapa minggu ini tidak pernah lagi menyeduh kopi di pagi hari. Karena alasan pribadi. :) 
Tapi bukan berarti saya tidak mengopi lagi sama sekali. Selama bulan januari saya mengopi sebanyak 4 kali sesuai dengan izin yang saya dapat kan.
Nah begitulah kira kira saya dengan kopi di awal tahun. Dan itu tidak mengurangi rasa apapun dalam hati ini tentang kopi.
saat saya menyibukkan diri dulu ya.
Semogo bahagia.

salam

Sabtu, 22 Januari 2011

Tiiiidaaak!!!

Sedih mengetahui bahwa bosan dan menyerah itu menjadi sifatku.
Kenapa tidak, yang tadinya, saya cukup niat untuk ngeblog tiap hari tanpa jeda bisa berubah dalam beberapa waktu.
tidak melulu memang karena jaringan yang tidak baik di kampung sewaktu pulang kemaren.
tapi sudahlah, alasan apapun itu tidak mampu untuk memaaf kan diri sendiri saat ini.
lili juga sedang sibuk dikerjanya, jadi kamipun bersamaan saling lupa.
Nah.. hari ini hanya bisa absen buat ngeblog dulu, saya masih bingung tentang kedepannya gimana.

makin bingung lagi setelah banyak kejutan dalam sebulan terakhir.
well, untuk hari ini cukup dulu.
saya mencoba search dulu tentang kopi. Saya Rindu.