Jumat, 18 Maret 2011

Saya tiba tiba ingin berkisah tentang SG Purba. Sanggul Purba. Bapak saya.
Saya bukan anak yang sopan ya menamainya di akun ini, mudah2 an dia tidak baca.
Seperti singkatan namanya, bapak dulu terkenal dengan ebuta Seorang Guru Pelawak.
Dia humoris, pembersih, dan baik.
Sepertinya borunya ini sangat merindukanya.
Saya, baru saja menelepon mamak karena saya sedang sakit.
Bapak, hanya memberi perantaraan mamak untuk menyampaikan pesannya.
Sebegitu janggal kah mangaju borunya yang jogal ini sampai dia tak berbicara sekatapun terdengarku.
Bapak adalah pacar, dan sahabat pertamaku dulu.
Sampai umurku 11 masih sering digendong dan diajak berjalan jalan berdua.
Mengerjakan PR ku diam diam biar tidak ketauan mamak karena dia takut aku capek berfikir.

Bapak, dari dulu tak pernah menuntutku apa apa kecuali sekolah benar sesuai petunjuknya, bahkan jadi juarapun tak pernah dipaksanya, katanya setiap orang punya peringkat masing2 bukan karena bodoh. Dan aku bangga setiap apa yang kuminta.
SMP, sekarang baru menyesal kenapa sudah mengenal usia.
Bapak tak lagi terlalu memanjakanku, dia menganggap gadisnya sudah dewasa, tak harus bergantung padanya.
Berapa kali aku menunjukan sikapku yang manja disekolah, dengan tegas dia mengajariku. Boru.
SMA, saya sudah gak tinggal bersama mereka.
Tiap sabtu pasti menelepon ke asrama, pesannya cuma satu. "hati hati menyeberang".
Iya, beliau bapakku yang berpesan cuma itu.
Kalau dia tiba2 datang ke Balige, dia bawa banyak buah2 an, dan sayur.
Sampai aku kuliah juga, diam diam datang menjumpaiku penuh kejutan. *tak jarang kamarku menjadi bahan sindirannya. :')
Aku ingat momen yang paling2 bahagia itu ketika aku wisuda, aku di siu dipeluk dan dicium.
Iya. Aku masih gadisnya yg dulu sering melawannya itu.
Diam diam aku melihatnya menangis. :'(
Aku baru sadar bagaimana kelak jika aku jadi kepunyaan orang, masihkah bapak sanggup mangelek manganju.
Bapakku tampan, sangat tampan, lahirnya di angka 10 dibulan 10. Masihol hian au tu ho bapa.
Masihol tiap pagi sebelum sekolah dipaksa minum obat.
Masih mangurupi au mangarek piring.
Masihol mamuruki au molo marbadai au tu anggi ku.

na juk do pe roham dang di antoi ho au.. :'(

Kamis, 17 Maret 2011

surat buat beebuih

dear temanku tersayang Lili Sumanti.. trimakasih telah membuatku tidak kuliah sore ini. Enngkau sungguh teman yang hebat. Menyumbatiku dengan unek2 yang nggak penting sekali.
menjijikan.
Tapi trimakasi juga telah mengenal kanku kepada lelaki idaman itu.hahahahaha... (idaman ku ya??)

engkau memang teman yang hebat..
akh..
aku benar2 tak jadi kuliah teman.
mari tepuk tangan.
plok..plok..

trimakasih lagi.. duh banyaknya, yang ini buat kopiii se pocii..
hahahaha..
aku sangat tergantung padamu teman.
kalau menikah jangan jauh2 dariku.
bisa mati aku nanti.

apalagi ya..
bukuku 5 lagi samamu.,
jangan didiamin.
dipulangin nak??

nanti kuhadiahkan kacamata hitam..
(mudah2 an ada hubungannya) biar keren..
dan supermi, semangkok..
akh... nikmat sekali teman.. Si Loli Risna Napitupulu aja suka.


KUMOHON BESOK JANGAN DATANG LAGI.
AKU MAU KULIAH DULU TEMAN.
bukannnya dirimu sangat menginginkanku jadi sarjana muda dan imun.
TOLONG JANGAN DATANG. ini bukan masalh tak suka.
tapi masa depan.

aduh..
masalah poto dengan abgku Hendra Darmawan Poerba, tolong bantu aku juga. :(:(
ntah kayak manapun si abg awak tu. sudah lupa dengan janji. hikz..

oia... tadi bg Tomy Saragih Sitanggang sms, dia nanya pasal 378, lili tau?? tadi saya lupa nanyain waktu kau disini?? mungkin bg tomi lupa kalau aku bukan jurusan hukum, tapi sains.. hehehe.. sama kayak dia.
nah yang terakhir...

belajarlah hidup.
jangan abu2 ya teman.
:)))


30 september 2009

Rabu, 16 Maret 2011

new project

hai bulan tiga. Selamat datang kembali, dipengulangan bulan di tahun yang baru. :)
kali ini masih diruang waktu yang sangat membosankan.
Saya, sebagai pemimpi, sedang malas malasnya menghidangkan mimpi.
Tidak bersemangat, dan tidak termotivasi.
Sebenarnya, ini udah kelewatan. Saya 3 bulan terakhir tidak melakukan apa apa.
Malas faktor utama, dan masih ada faktor pendukung yang eksternal yang menambahi penatnya suasana ini.
Tadinya ingin ikut disalah satu proyeknya nulisbuku.com menulis cerita tentang jodoh.
Tapi entah karena apa. Sulit rasanya mengeluarkan ide yang tiba tiba padam begitu saja, dihujani malas. Padam.
Kali ini, saya hanya bisa menikmati draf draf sahabat, tentang mimpi yang sempat tertidur lama.
Saya berperan sebagai komentator merangkap maneger. :D
Dan seperti harapan lelaki dari dulu dulu, kelak saya, kami, harus ikut ambil peran dalam menulis buku.
Tidak ada hubungannya dengan kopi memang.
Tapi, jangan salah, ini semua akan tertuju kesana.
:)

(catatan ini ada setelah perbincanangan dengan lelaki).
Tentu aku merindukannya. :)